3 Sosok Kesatria Yang Wajib Ditiru Dalam Serat Tripama
3 Sosok Pewayangan
Di zaman sekarang banyak generasi muda yang gak tau cerita-cerita para orang dahulu. Hanya sedikit orang yang tahu, itupun bisa dihitung jari. Contoh simpel adalah banyak yang gak ngerti cerita kepahlawanan dalam pewayangan.
Ada cerita Mahabarata ada cerita Ramayana dan masih banyak lagi. Siapa yang salah ketika perang Mahabarata terjadi? pasti jawabannya Korawa. Walaupun korawa yang salah di perang Mahabarata, tapi diantara toko korawa ada sosok yang wajib ditiru.
Di dalam Serat Tripamma karya KGPAA Mangkunegara IV, disebutkan 3 sosok teladan kepahlawanan bela tanah air. Diantaranya; Kumbakarna, Bambang Sumantri, Karna.
Tokoh-tokoh tersebut yaitu;
1. Kumbakarna
Dalam Ramayana, Kumbakarna adalah saudara kandung Rahwana, raja rakshasa dari Alengka. Kumbakarna merupakan seorang rakshasa yang sangat tinggi dan berwajah mengerikan, tetapi bersifat perwira dan sering menyadarkan perbuatan kakaknya yang salah. Dalam sebuah cerita ia memiliki suatu kelemahan, yaitu tidur selama enam bulan, dan selama ia menjalani masa tidur, ia tidak mampu mengerahkan seluruh kekuatannya. Tak banyak orang mengenal sosok pribadinya dalam dunia perwayangan. Dibalik sosoknya yang bengis dan menyeramkan tersimpan sifat kepahlawanan yg patut kita teladani.
Rahwana menculik Dewi shinta istri Dari Sri Rama penguasa dari Ayodya, kontan saja penculikan itu memicu konflik yang berujung pada peperangan.
Seluruh nengrinya dibakar dan diacak-acak oleh pasukan dibawah Komando Sri Rama, suami dari dewi shinta.
Melihat negrinya diporak-porandakan Kumbakarna segera menemui Rahwana, dan membujuk untuk segera mengembalikan Dewi Shinta pada suaminya. Namun pemintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Rahwana.
Kumbakarna tidak bisa berbuat apa-apa akan kekerasan hati sang kakak. Dia sadar dalam hal ini sang kakak bersalah dan faham alasan mengapa Sri Rama menyerang negerinya.
Kumbakarna berada dalam sebuah dilema. Ia harus memilih salah satu; Tanah airnya atau kebenaran. Kebenaran adalah hal yang mulia, yang harus diperjuangkan dalam bentuk apapun. Dan dia pernah bersumpah untuk itu.
Kumbakarna ingat benar ajaran itu. Namun sekarang yang dia lihat adalah darah dan mayat saudaranya. Hati Kumbakarna pedih. Tubuhnya menggigil karena marah. Sebenarnya dia enggan membela sang kakak. Tapi sebagai ksatria hatinya meradang melihat negerinya hancur, dan putra-putra bangsa tewas bergelimpangan darah.
Dan akhirnya dia membebaskan sumpahnya dan memutuskan untuk berperang. Dia tidak perduli apa yang dilakukanya benar atau salah, dia berperang demi harga diri bangsanya dan kelangsungan hidup rakyatnya yang tidak bersalah, dan jadi korban kesombongan pemimpinnya.
Dan Kumbakarna pun akhirnya tewas di tebas panah sakti Sri Rama, dan dia tidak menyesal , dia sadar apa yang sudah dipilihnya dengan segala konsukwensinya.
Sri Rama pun terharu dan memberikan penghormatan tinggi kepada Kumbakarna.
2.Bambang Sumantri
Bambang Sumantri adalah seorang kesatria dalam tokoh wayang yang memiliki paras tampan dan senjata pemusnah angkara murka, Cakrabaskara. Bambang Sumantri atau sering juga disebut Raden Suwanda adalah anak sulung dari Begawan Suwandagni di pertapaan Ardisekar. Resi Suwandagni masih saudara sepupu dengan Ramaparasu putra dari Resi Jamadagni. Bambang Sumantri memiliki seorang adik yang wajahnya menyerupai raksasa, Bambang Sukrasana namanya.
Sri Mangkunegara IV di Surakarta meninggalkan sebuah warisan utama bagi bangsa ini berupa Serat Tripama. Serat ini menceritakan tentang tiga tauladan utama keprajuritan dan warga negara yang total mengabdikan hidup dan perjuangannya di garisnya masing-masing.
Tokoh yang sangat menarik untuk diambil suri taulaannya adalah Patih Suwanda. Patih Suwanda ketika masih kecil bernama Bambang Sumantri, putra Begawan Suwandagni. Sesudah dewasa ia mengabdikan diri kepada Prabu Sasrabahu, raja Maespati sebagai abdi negara ia telah menunjukkan loyalitasnya dengan mengorbankan jiwa dan raganya. Pujian Mangkunegara IV terhadap Patih Suwanda sebagai berikut :
Diutus oleh rajanya, ia kembali memperoleh harta ampasan perang yang berlimpah-limpah. Banyaknya hasil rampasan itu tidak disimpan sendiri, tetapi diserahkan kepada negara.
Purun berarti pemberani, bersemangat dan dinamis sebagai pemuka negara. Suwanda selalu tampil denagn semangat menyala-nyala tanpa disertai pamrih. Bahkan bila perlu jiwa raganyapun dikorbanka. Hal ini terbukti ketika ia berperang melawan Dasamuka, raja Alengka dan ia gugur di medan laga.
3. Karna
Karna, alias Radeya adalah nama Raja Angga dalam wiracarita Mahabharata. Ia menjadi pendukung utama pihak Korawa dalam perang besar melawan Pandawa. Karna merupakan kakak tertua dari tiga di antara lima Pandawa: Yudistira, Bimasena, dan Arjuna. Dalam bagian akhir perang besar tersebut, Karna diangkat sebagai panglima pihak Korawa, dan akhirnya gugur di tangan Arjuna. Dalam Mahabharata diceritakan bahwa Karna menjunjung tinggi nilai-nilai kesatria. Meski angkuh, ia juga seorang dermawan yang murah hati, terutama kepada fakir miskin dan kaum brahmana. Menurut legenda, Karna merupakan pendiri kota Karnal, terletak di negara bagian Haryana, India Utara.[3]
Dalam dunia pewayangan, adipati karna adalah salah satu tokoh favorit gw,dia adalah simbol dari kesetiaan,pengorbanan,nasionalisme,dan kompleksitas jatidiri atau kehidupan..
Karna adalah anak dewi kunti dan dewa surya,kakak tertua ke lima pandawa,tapi waktu baru lahir dia dibuang sama dewi kunti yg malu karena melahirkan seorang anak diluar nikah,padahal gara2 dia ngetes mantra pemanggil dewa Adityahredaya yg diajarin sama resi durwasa..
Setelah dibuang oleh ibunya di sungai karna ditemuin sama seorang kusir kerajaan hastinapura bernama adirata,sejak saat itu dia dijadiin anak sama adirata dan istrinya radha..dan sejak saat itu pula dia menjalani hari2 yg begitu berat dlm hidupnya..
Sering dia dilecehin oleh orang2 disekelilingnya karena dia cuma seorang anak kusir,waktu dia pengin belajar memanah sama resi durna jg ditolak cm gara2 dia seorang anak kusir,bukan golongan ksatria,tapi dia ga nyerah gitu aja,setiap kali resi durna lg ngajar murid2nya karna ngintip,belajar diem2 dan dia berhasil jadi seseorang berilmu tinggi..bahkan melebihi murid2 resi durna yg resmi..
Atau ketika dia mau adu memanah sama arjuna,dia disuruh memperkenalkan diri dlu karena yg pantas ikut sayembara adalah para bangsawan dan ksatria,karna pun tertunduk malu,karena dia ngerasa dia cm anak kusir,disinilah duryudana muncul,menolongnya,mengangkatnya sebagai raja..ditengah pelantikannya sebagai raja,bapaknya adirata muncul,orang2pun jadi tau klo dia cm seorang anak kusir,diketawain lagi,diremehin lagi,bahkan bima mengejeknya anak kusir ga pantes bertanding sama arjuna..lagi2 duryudana ngebelain karna..menurutnya keberanian dan kehebatan tidak harus dimiliki oleh kaum ksatria aja,sejak saat itu persahabatan duryudana dan karna semakin erat,dan karna pun merasa sangat berhutang budi pada duryudana..
Atauu ketika dia mau ikut sayembara ngrebutin drupadi??? ketika dia hampir berhasil memenangkan sayembara itu,drupadi tiba2 menolak menjadi istrinya,dia ga sudi nikah sama seorang anak kusir,lagi2 dia dihina..sampe dia marah dan mengutuk drupadi..
Karna itu kompleks,tokoh antagonis,angkuh, sombong,suka membanggakan diri,tp juga seorang dermawan yg baik ke siapa aja,terutama fakir miskin,setia kawan,dan menjunjung tinggi sifat2 ksatria lainnya..
Singkat cerita ketika perang Baratayudha mau pecah,dewi kunti nyemperin karna,dia ga mau anak2nya saling bunuh,dia bilang ke karna klo karna adalah anaknya,kakak pertama dari para pandawa,yg notabene karna udah tau akan hal itu..dan dewi kunti ngebujuk dia supaya berpihak sama pandawa aja..tapi karna menolak..dia bilang dia udah terlanjur berhutang budi sama duryudana,dia ga mau membalas air susu dengan air tuba,selama ini duryudana udah baik sama dia,udah sayang sama dia,udah nerima dia apa adanya,karna punya utang rasa,cinta dan terimakasih sama duryudana,dan dia harus membayarnya,meskipun dia harus berperang melawan saudara kandungnya,meskipun dia tau klo pihak yg dia bela kurawa bakal kalah dalam perang dan dia sendiri bakal terbunuh..
Buat gw,karna adalah seorang ksatria,meskipun berpihak pada kurawa,dia berhutang banyak pd kurawa dianggap sodara oleh kurawa,dia menduduki jabatan adipati hastina,sebagai pejabat dia harus membela negaranya, nasionalismenya tinggi..sama seperti bisma dia berperang melawan pandawa bukan karena benci namun karena kewajiban..
Dia tau kalo Kurawa adalah angkara murka tp dia g mungkin membalas air susu dengan air tuba.maka dia tetap ada di pihak Kurawa dengan maksud ikut mengompori Kurawa (n nambah percaya dirinya Kurawa) agar Baratayudha Pecah,karena dia tau kalau cm dengan Baratayudha keangkaramurkaan Kurawa bisa lenyap.
Pada intinya menurut gw,karna adalah salah satu dari sedikit orang yang berjuang demi kebenaran tapi sengaja milih pihak yang salah,untuk jadi korban demi hilangnya angkara murka....
Menurut sebagian orang mungkin karna adalah simbol dari sbuah ketidak berdayaan,sbuah dilema,tapi buat gw karna justru simbol kebebasan, bebas memilih takdir nya sendiri,dia lahir,melawan situasi tempat dia hidup, merombak kondisi yg membentuknya, terlepas dari posisi objek dibawah sang waktu.
Pada saat itu ia sadar,dia jauh di sana,dia hidup dgn waktunya sendiri,memutuskan untuk bertindak, tanpa merasa siap mengetahui rahasia hidup,nasib? sang waktu? bagi nya semua itu lebih baik dia tinggalin,terlalu pahit buat ditanggung, dia ga terikat sama sebuah masa lalu dan masa depan,dia cm punya masa kini dan sebuah pertalian dgn orang lain : para kurawa.
Karna jg simbol sbuah ketulusan, Karna bisa ngungkapin rasa sayangnya ke Pandawa dengan cara yang lain...di ceritain gimana Karna ngasih Arjuna kesempatan buat mempelajari Prasasti Wahyu Makutarama,yang notabene siapapun yang belajar itu bakal jadi Raja yang baik.Padahal Karna duluan yang nemu prasasti Makutarama itu..
Demikianlah kisah karna sang ksatria yg berpihak pada kurawa,Pada dirinya lah sebenernya Bharatayudha jadi kisah kepahlawanan dan sekaligus tragedi.
br> Ok dude,cukup sekian,ambil pelajaran dari apapun yg lo liat dan lo dengar,selamat menyiangi hari :toast
Itulah artikel tentang, 3 Kesatria yg wajib ditiru. Terima kasih atas minatnya Anda membaca artikel diatas.